CERPEN perdana nihh. Mohon pendapatnya :)
ASK APOLOGIZE
Kejadian itu.
Aku selalu menggigil berkeringat dingin. Aku tak sanggup mengingatnya. Aku takut.
Aku merasa bersalah. "Oh tuhan, pasti semua orang menyalahkanku. Aku tak
sanggup. Aku telah mencelakakan orang. Aku telah mencederainya. Apakah dia
cacat dan menuntut balas? Apakah dia akan melaporkanku pada polisi?" aku
berfantasi memikirkan akibat yang aku tanggung atas kejadian itu. Aku merasa
dikejar-kejar oleh rasa bersalah. Tiba-tiba . . .
"Fuk, Ufuk.
Kamu ada d dalam, Nak? Keluar sebentar. Ada yg mencari kamu." Ibuku
memanggil.
'Hah?? Ada yang
mencariku? Siapa? Polisikah?' fikirku dalam hati.
Keringat dingin
semakin membanjiri seluruh tubuhku. Aku merasa tak sanggup untuk berdiri,
apalagi berjalan untuk membukakan pintu.
Tok. . .tok. . .
Tok. . .tok. . .
“Ufuk sayang,
kamu ada didalam kan? Ayo buka pintunya, keluarlah. Nanti tamunya kelamaan
menunggu. Ayo keluar." pinta Ibuku sembari mengetuk pintu lagi.
Aku menguatkan
diri untuk berjalan dan membukakan pintu.
Krekk, aku
membuka pintu. Terlihat sosok Ibu dihadapanku. Aku benar-benar tak sanggup
untuk menatap mata ibuku. Akhirnya aku memilih untuk menundukkan kepala
daripada menatap mata ibuku.
"Kamu
kenapa? Kok, keringetan banyak gini." ibuku membelai kepalaku. Menyeka
keringatku. Ada yang mengalir dari tangan ibuku masuk kedalam tubuh. Seperti
memberikan semangat dan rasa tenang dalam hatiku. 'Ibu, aku ingin bercerita
kepadamu. Tapi aku tak sanggup aku terlalu takut.' tangisku dalam hati.
"Ayo Fuk,
kita keruang tamu." ajak Ibuku. Dan akupun menurut.
Dari kejauhan
aku mencoba melihat siapa yg bertamu. Tapi tak begitu jelas. Aku memang
memiliki minus yg besar: 3 1/4. Hatiku berdebar tak menentu ketakutan pada tamu
yg datang. Fikiranku kembali kacau.
Semakin kacau
dan lebih kacau lagi. Kemudian. . .
"Selamat
malam. Benar saudari Ufuk Utari?" tanya pria berseragam itu.
"Benar, pak
Polisi. Ada perlu apa ya, pak?" aku mencoba terlihat setenang mungkin agar
tak terlihat mencurigakan. Bukannya aku pengecut, tapi mungkin kalian juga akan
melakukan hal yg seperti aku lakukan. Mungkin kalian juga tahu alasannya
mengapa.
"Begini,
mbak Ufuk, kami datang kesini untuk menanyakan beberapa hal kepada anda sebelum
kami memutuskan tindakan yg tepat." jelas polisi yg berperawakan lebih
tinggi dari satunya.
"Eu. . .
Silakan!" walaupun mencoba tenang tetap ada ketakutan dalam perkataanku.
"Apakah
benar E 1119 VW plat nomer sepeda motor anda?"
"Ya,
benar."
"Apakah
anda melintas di Jalan Raya Enggalwangi sekitar pukul 12.30??"
"Ya,
benar."
"Apakah
anda menabrak seseorang pada waktu tersebut?"
Deg. . .
Jantungku serasa pecah. Semua mata di ruangtamu mengarah padaku. Kulihat ibuku,
ada raut kecewa didalamnya. Dan sedari tadi aku telah menjawab pertanyaan
dengan jujur. Berharap dengan jawaban jujur aku bisa lebih tenang. Sekarang
haruskah aku berkata jujur lagi sedang aku merasa ketakutan?
'Bismillahi'
mencoba menguatkan diri untuk berkata jujur.
"Ya, benar.
Tapi waktu itu aku dalam keadaan terburu-buru. Dan tiba-tiba ada perempuan yang
akan menyebrang. Aku benar-benar tidak melihatnya. Kejadiannyapun sangat cepat.
Aku tak sempat menoleh sebab aku terlalu takut." tak terasa air mataku
meleleh.
"Baiklah.
Terimakasih atas penjelasannya. Sekarang, mari ikut kami ke kantor
polisi."
kedua polisi itu langsung memegangiku dan membawaku keluar.
kedua polisi itu langsung memegangiku dan membawaku keluar.
"Ibu, ibu,
tolong aku. Aku gak mau ke kantor polisi. Pak polisi, tolong lepaskan aku.
Tolong, tolong lepaskan aku." aku histeris. Lututku serasa lemas. Akupun
mulai lelah. Entah karena menangis ataupun karena otakku terlalu lelah bekerja.
Fikiranku kacau, lagi-lagi kacau dan kembali kacau. Kemudian. . . . BRUUGGG.
"Ufuk
sayang, bangun sayang. Sadarlah. Ini ibu sayang. Ini ibu." samar-samar
terdengar kalimat itu di telingaku. Aku merasa sangat lelah. Hanya sekedar
untuk membuka mata dan mulut, sepertinya memerlukan tenaga ekstra. Mencoba
mengumpulkan sisa-sisa tenaga. Aku membuka mataku dan berkata pada ibu,
"Bu, apakah
ini sel tahanan?"
"Ngomong
apa kamu ini , Fuk? Kamu masih dirumah."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar